20120814115516648

Mudik merupakan tradisi yang tak dapat dilepaskan menjelang Lebaran terutama oleh warga yang tinggal di kota besar seperti Jakarta.

Namun, sayangnya tradisi mudik sering kali mengabaikan kenyamanan dan keamanan, terutama bagi anak yang diikutsertakan oleh keluarga.

Bahkan, jumlah anak yang menjadi korban saat mudik terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Berdasarkan catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA),  Pada musim mudik 2012 lalu saja tercatat lebih dari 20 anak yang menjadi korban kecelakaan.

“Anak yang jadi korban ada yang cacat atau bahkan karena kecelakaan. Belum lagi ada anak yang sakit atau hilang karena berdesak-desakan di terminal atau stasiun,” kata Sekjen Komnas PA,  Samsul Ridwan, di Jakarta, Senin (29/7).

Dikatakan, menjelang musim mudik pada 2013 ini, pemerintah harus mengevaluasi sejak dini dan menyediakan sebuah sistem sarana transportasi yang nyaman serta aman bagi anak.

Beberapa hal yang membuat musim mudik tidak ramah bagi anak karena sistem transportasi yg buruk, infrastruktur jalan rusak, rambu lalu lintas kurang, dan harga tiket yang mahal.

Selain itu, layanan kesehatan gratis dan tempat istirahat bagi pemudik pun masih terbilang minim. “Kalau menggunakan transportasi umum, ketidaknyamanan bagi anak sudah dirasakan sejak akan membeli tiket ataupun akan naik armada,” katanya.

Situasi saling berdesakan yang membuat anak tidak nyaman membuat para orangtua memilih menggunakan kendaraan pribadi, terutama roda dua untuk pulang ke kampung halamannya.

Namun, moda transportasi ini tidak juga membuat anak aman. Jumlah kecelakaan tertinggi justru dialami pemudik dengan sepeda motor. “Mereka menggunakan sepeda motor, biasanya di kendaraan itu dinaiki oleh istri dan anak-anak. Ini kan jelas berbahaya,” kata Ridwan.

Ridwan menyatakan, mudik yang ramah anak harus menjadi perhatian semua pihak, baik itu dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, serta unsur di tingkat provinsi maupun kota.

Dikatakan, pemerintah perlu menyediakan sarana dan sistem transportasi yang murah, layak dan ramah bagi anak.

“Tentu tidak hanya armada, tapi juga sarana pendukung seperti posko-posko di sejumlah titik perjalanan, terminal, stasiun, dimana anak menjadi prioritas. Ini demi mewujudkan mudik yang ramah anak,” tegas Ridwan.

sumber: http://www.suarapembaruan.com

Iklan