Jakarta – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) bekerja sama dengan unsur pemerintah, ormas, perguruan tinggi, kelompok agama, LSM memperingati Hari Kartini, 21 April menggelar Kampanye Nasional Melawan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan.

Acara diramaikan 1000 peserta ini, dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari, Deputi Perlindungan Anak Kementerian PP&PA Y. Puspita, Kepala Humas PP&PA Endang, Ketua Dewan Pembina Komnas Anak DR Seto Mulyadi, Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait, Sekjen Komnas Anak Samsul Ridwan, Ketua Bidang Penggalangan Dana Komnas Anak Henny Hermanoe, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB DKI Jakarta DR Asep Sjarifuddin, Sekretaris Kota Jakarta Pusat, dan Anggota DPR RI Venna Malinda,

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  Linda Amalia Sari,  dalam kegiatan itu mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Komnas Anak bersama semua elemen yang terlibat. “Pemerintah tidak akan bisa bekerja sendiri, harus selalu melibatkan semua pihak. Acara pagi hari ini bertepatan Hari Kartini sebagai pertanda bahwa apabila kita bersatu semuanya akan terasa ringan. Terima kasih dan apresiasi secara khusus saya sampaikan kepada Komnas Anak yang telah menginisiasi acara ini. Mudah-mudahan ke depan kita akan lebih bersinergi lagi” ungkap Linda.

Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait, juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasama semua pihak pada acara ini.

”Kita semua harapkan spirit kampanye itu juga dilakukan di seluruh daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan demikian hal ini akan benar-benar menjadi gerakan nasional melawan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Pada hari ini, kami bersepakat mengukuhkan Ibu Linda Amalia Sari sebagai Ikon Nasional gerakan ini, agar anak-anak semakin terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, ekploitasi dan penelantara” tegas peraih Pejuang Publik, Seputar Indonesia Award 2013, Senin (22/4/2013) di Komnas Anak.

Dalam moment yang sama, Komnas Anak pun telah meluncurkan pin khusus Kampanye Melawan Kekerasan Perempuan dan Anak guna menambah greget perjuangan itu. Menurut Sekjend Komnas Anak Samsul Ridwan, pin tersebut merupakan hal baru, melambangkan perlindungan anak dan perempuan.

“Kami berharap model pin ini bisa menjadi simbol nasional. Warna putih melambangkan anak dipadu dengan warna ungu yang sudah dikenal sebagai simbol perempuan,” ujar Samsul ditempat yang sama. (Sephin)

Iklan