Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membangun infrastruktur industri pariwisata di Indonesia, yang dinilai belum belum ramah anak.

“Hingga saat ini saya belum melihat pariwisata di Indonesia yang ramah anak. Karena beberapa ciri-ciri pariwisata ramah anak belum sepenuhnya terpenuhi, seperti diantaranya kawasan pariwisata yang belum terbebas dari eksploitasi seksual komersial anak,” ujar Sofyan Farid Lembah, Ketua Komisi Penguatan Lembaga dan Kerjasama Antar Lembaga Komisi Nasional Perlindungan Anak, Selasa (15/05/12) kepada Inilah.Com

Selain itu, lanjutnya, belum adanya kawasan tanpa asap rokok dikawasan pariwisata dan satu hal yang terpenting adalah belum adanya kawasan pariwisata yang memenuhi kebutuhan anak untuk mendorong proses tumbuh kembangnya anak.

Untuk membangun pariwisata yang benar-benar ramah anak, kata Sofyan, Pemerintah perlu menyusun master plan konsep pariwisata ramah anak yang menjadi pedoman nasional tanpa menghilangkan kearifan lokal masyarakat setempat.

Yang kedua adalah perlunya melakukan kajian-kajian dampak pengembangan pariwisata terhadap proses tumbuh kembang anak.

Ketiga membangun sarana dan prasana kebutuhan anak di kawasan pariwisata yang mampu mendorong proses kreativitas dan media pembelajaran serta pendidikan bagi perkembangan anak.

“Satu hal yang terpenting dan harus mendapatkan fasilitasi dari negara adalah perlunya negara mendengarkan suara dan pendapat anak untuk memberikan masukan mengenai kebutuhan pariwisata ramah anak sekaligus memberikan penghargaan hak partisipasi anak bagi pengembangan kepariwisataan di Indonesia,” tandas Sofyan.

Sumber : Inilah.com

Iklan