Bermain merupakan suatu kebutuhan mutlak bagi anak. Dengan bermain, anak akan mendapatkan hiburan yang menyenangkan dan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain.  Itu sudah pasti. Anak Anda, si kecil, akan belajar banyak hal di saat dia sedang melakukan aktivitas bermainnya, seperti bersosialisasi dan berbagi peran dengan teman. Tapi, tahukah Anda jika si kecil Anda mempunyai jenis permainan favorit?  Ya. Permainan yang menjadi favorit si kecil itulah yang biasa kita sebut sebagai hobi.Bersepeda, bermain bola, lari kesana-kemari, bahkan main video-game merupakan beberapa contoh hobi yang biasanya disukai anak.

Menonton teve dan bermain video gamemenjadi hobi yang banyak dipilih oleh anak-anak pada masa sekarang.  Hal ini tentu saja bisa dimaklumi, karena saat sekarang banyak anak-anak yang menghabiskan waktu luang mereka di depan pesawat televisi ataupun komputer.  Berbeda dengan anak-anak satu hingga dua generasi sebelumnya, saat televisi dan komputer belum begitu booming seperti saat ini.  Hampir semua anak kecil masa itu mempunyai hobi yang beragam, seperti: membaca dan menulis, mengkoleksi suatu barang tertentu (kartu basket, perangko, mobil-mobilan), bergabung di club (sepeda, sepatu-roda), hingga olahraga (basket, sepakbola, kasti, volley).

Hobi memiliki banyak sekali keuntungan, karena kegiatan itu merupakan ekspresi seseorang dan dirinya sendiri yang pada akhirnya akan membentuk rasa percaya diri.  Hobi juga merupakan alat pendidikan.  Diawali dengan hobi, anak akan belajar bagaimana menyusun strategi untuk mencapai tujuan, mengambil keputusan, dan memecahkan berbagai macam masalah sehingga sangat penting untuk masa depan dan juga karier anak di masa mendatang.

Anak yang senang pada suatu bidang, dengan sendirinya akan mencari tahu lebih banyak mengenai semua hal yang berhubungan dengan bidang yang disukainya itu.  Sebagai contoh, anak yang senang dengan pesawat terbang, maka biasanya mereka akan mempelajari dan mencari tahu kenapa pesawat bisa terbang, apa saja yang biasanya menjadi komponen dasar sebuah pesawat, dan mencari tahu macam-macam jenis pesawat hingga akhirnya dia tertarik dengan bidang aerodinamika.

Namun demikian, tidak semua hobi anak baik dan menguntungkan. Beberapa hobi yang biasa dilakukan anak, seperti: mengisap jempol, menggigit kuku, berkelahi, dan mengganggu teman, cenderung buruk untuk dilakukan. Untuk hobi yang buruk, Anda harus menyiasati dengan cara yang santun tanpa memarahi. Anda bisa mencoba mencari tahu hobi lain mereka yang lebih positif untuk kemudian mengalihkan kebiasaannya agar mau memfokuskan diri pada hobi yang baik dan bermanfaat tersebut.

Jika Anda ingin mengembangkan potensi anak dengan jalan memupuk hobinya, ada beberapa langkah yang bisa Anda ambil, seperti:

  • Memberi contoh

Pada umumnya, hobi anak tertular dari orang tua.  Seorang anak yang orang tuanya hobi bermain musik, maka mereka cenderung menyukai musik.   Anak seorang pemain sepakbola, cenderung untuk menyukai olahraga sepakbola. Selama hal tersebut positif, berilah si kecil Anda contoh yang dapat mengarahkan mereka pada tujuan profesionalisme mereka di kemudian hari.

  •  Siapkan sarana

Anak membutuhkan sarana untuk melakukan aktivitas hobinya  Siapkan ruangan untuk anakmelakukan kegiatan hobinya  Usahakan tak ada yang mengganggu daerah tersebut sehingga anak dapat berkreasi dengan bebas. Jangan lupa juga untuk melengkapinya dengan fasilitas yang mendukung.

  •  Jangan over-protektif

Biarkan si kecil Anda berkreasi sesuka mereka. Jangan pernah melarang, selama hal itu masih positif. Biarkan anak Andamenghadapi dan mengalami sendiri hal-hal yang sulit. Mereka akan belajar banyak hal dari pengalamannya itu.

  •  Jangan terlalu mengatur

Si kecil Anda memerlukan kebebasan dalam bermain, berkembang, dan menemukan jati diri mereka. Mereka juga perlu belajar mengatur diri sendiri serta berkreasi. Tugas Anda hanya mengarahkan. Biarkan si kecil Anda  tumbuh menjadi seorang dewasa yang kreatif dan dapat mengatur diri sendiri tanpa campur tangan Anda.

  •  Jangan paksakan kehendak

Anda boleh mengarahkan hobi dengan jalan menyiapkan sarana yang sesuai dengan bidang yang diminati si kecil. Tapi jangan sekali-kali Anda kelewat mengatur, apalagi memaksakan kehendak Anda pribadi.  Jangan paksa si kecil untuk mengikuti les balet apabila dia lebih suka karate.  Jangan paksa si kecil mengikuti les piano apabila mereka lebih suka mendalami bidang aerodinamika.

  •  Jangan coba menentukan masa depan

Anda tidak dapat dan tidak boleh mengatur kehidupan si kecil Anda, baik keberhasilan dan kegagalannya. Anda harus melihat si kecil Anda sebagai seorang individu, baik dari sisi kebutuhan maupun karakteristik kepribadiannya. Hargai si kecil Anda sebagai seorang individu dan jangan mengeluh dan menyesali bila si kecil Anda tidak menjadi seseorang seperti yang Anda impikan.

  • Jangan membanding-bandingkan

Jangan pernah membanding-bandingkan kepandaian atau keunggulan, termasuk cara mendidik, yang Anda lakukan atas si kecil dengan yang dilakukan orangtua lainnya yang kebetulananaknya lebih berprestasi. Jangan biasakan diri terlibat dalam perbandingan sosial. Jangan pula merasa lebih baik karena memiliki anak yang lebih baikdibandingkan anak lain. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri jika si kecil Anda tidak sehebat teman-temannya. Yang terpenting adalah menjaga dan mempertahankan perasaan kemandirian si kecil Anda itu.

  • Luangkan waktu

Tidak ada yang akan membunuh hobi anak selain padamnya antusiasme dan rasa frustasi ketika anak tak bisa menyelesaikan karya atau kegiatannya.  Luangkan waktu dan bantu si kecil sehingga mereka merasa didukung dan akan makin semangat menekuni hobinya.

  • Dukung terus

Jangan lakukan evaluasi sepihak atas setiap langkah yang sudah atau pun tidak dilakukan si kecil Anda. Bukan jaminan bahwa sekolah favorit akan membuat si kecil Anda akan menjadi orang yang berhasil di kelak kemudian hari. Dampak dari sekolah hanya sedikit terhadap masa depan anak. Dukungan dari orangtua lah yang sangat dibutuhkan seorang anak dalam rangka mengembangkan potensinya. Teruslah mendukung si kecil Anda, karena mereka dapat merasakan apakah mereka dicintai hanya karena keberhasilannya atau bukan. Yang mereka butuhkan adalah dukungan, perhatian, dan cinta kasih Anda.

  • Batasi jam menonton teve

Daripada si kecil Anda menghabiskan waktu di depan teve atau komputer, batasi jam menonton teve mereka kemudian beri aktivitas yang lebih berguna.

 

(PAPAKOKO – disarikan dari berbagai sumber)

Iklan